Media Digital Modern
Index

Borobudur, Asal Muasal Nama yang Membuat Penasaran

Borobudur

Menelisik asal asul sesuatu hal kuno memang termasuk hal yang paling sulit, termasuk dalam menelusuri asal nama candi Borobudur (the temple of Borobudur). Mahakarya dengan kreatifitas super tinggi ini dikagumi dunia internasional yang menjadi icon wisata di Propinsi Jawa-Tengah.

Dimana Lokasi Borobudur?

Candi Borobudur yang ada di kota Magelang Jawa Tengah ini mempunyai segudang sejarah, namun tidak semua orang mengetahui sejarah dibalik Borobudur.

Kali ini kami mencoba menggali asal muasal nama dari candi ini, yang sekarang sedang viral karena harga tiket candi borobudur yang mencapai Rp. 750.000.

Harga tiket yang cukup membuat kaget para ibu- ibu yang belum 100% pulih dari kepanikan minyak goreng. Datang lagi berita mengejutkan lagi dari candi borobudur. Pasalnya untuk bisa masuk dan melihat candi borobudur harus mengeluarkan uang 750 ribu.

Namun ada yang bilang harga tiket 750rb itu hanya untuk warga asing. Dan wisata lokal tidak dikenaikan kenaikan harga.

Kembali kepada nama candi borobudur, asal muasal namanya dan siapa yang memberi nama. Dan apa makna di balik nama Candi yang masuk ke dalam 7 keajaiban dunia itu.

Asal Kata Menurut Budayawan

Sebagaimana yang disampaikan budayawan kondang yakni Mbah Nun, bahwa terciptanya nama sesuatu, bahasa atau kata itu proses terjadinya nama membutuhkan waktu yang lama. Berasal dari omongan, menyebar melalui omongan dalam satu komunitas, daerah, wilayah hingga akhirnya orang mengenal dengan sebutan nama tersebut.

Zaman dulu di masyarakat jawa sudah umum memanggil orang dengan juluk’an, artinya tidak memanggil nama asli, melainkan memanggil nama samaran atau alias.

Pengalaman Terkait Asal Kata

Dan suatu ketika Saya (penulis) dan beberapa teman memanggil salah satu orang dengan juluk’an Ngegem, di awal memang cuma satu dua orang yang memanggil dengan panggilan Ngegem, namun lambat laut orang lain ikut- ikutan memanggil Ngegem. Hingga sekarang nama Ngegem lebih dikenal daripada nama aslinya.

Begitu juga halnya dengan nama Borobudur, pasti punya sejarah panjang, ratusan, ribuan, bahkan bisa saja jutaan tahun yang lalu.

Adzhar Muttaqin dalam sebuah komentar facebook mengatakan bahwa Borobudur berasal dari dua kata yakni Boro dan Budur. kataBoro, berasal dari kata biara dan kata budur merupakan nama desa Budur.

Borobudur

Menganalisa komentar agan Adzhar muttaqin, mungkin ada benarnya itu mengingat orang jawa dalam menyebut sesuatu cenderung menggunakan ejaan O, jadi ketika menyebut kata “Biara” maka menyebutnya dengan “Bioro”.

Simulasi dialog

Mungkin simulasi sejarahnya seperti ini. Dengan dialog dalam sebuah kejadian.

Joko: Nyandi kang
Tejo: Nyang Bioro
Joko: Bioro ngendi?
Tejo: Bioro Budur (Maksudnya biara yang di desa Budur)

Simulasi percakapan di atas menggunakan bahasa Jawa yang cenderung menggunakan lafal O ketika mengucapkan abjad “A” dalam pengucapan kata dalam percakapan. Banyak contohnya yang mudah kita kita lihat, misalnya kata Jawa dan Jowo, kata raga dan rogo dll.

Pengaruh Interaksi

Bisa jadi Bioro Budur sudah terkenal waktu itu, jadi banyak orang datang dan ketika di tanya dari mana maka jawabnya “dari Bioro Budur” ( Bioro/ biara yang ada di desa Budur).

Karena saking cepatnya dalam mengatakan kata “Bioro Budur” maka akan sekilas terdengar “Boro Budur” dan akhirnya kata “Boro Budur” lebih dikenal dan bertahan hingga sekarang.

Kaitan Borobudur dengan Kebudayaan Indonesia

Bicara Borobudur tentu tidak terlepas dari budaya dan Peradaban Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, Candi Borobudur merupakan warisan nenek moyang Indonesia yang tidak ternilai harganya. Maka sudah menjadi kewajiban Kita sebagai Bangsa Indonesia untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur ini.

Banyak relief di Candi Borobudur yang belum bisa di pahami secara menyeluruh, tugas Generasi mudalah yang seharusnya menggali misteri sejarah di balik relief dan keberadaan Candi termashur ini.

Peran serta pengelola dan pemerintah setempat menjadi kunci kelestarian Candi Borobudur. Karena tempat Wisata tersebut sama berharganya dengan keberadaan Tugu Monas Jakarta.

Candi Borobudur Sebagai Keajaiban Dunia

Candi Borobudur yang masuk kedalam 7 keajaiban dunia bukanlah isapan jempol semata. Karena pastinya ada sesuatu yang sangat bernilai dari keberadaan Candi yang dibangun oleh Wangsa Syailendra tersebut.