Media Digital Modern

Patut Ditiru, Rutinan NU Ranting Delima Jaya

Rutinan NU Ranting Delima Jaya, Kerinci Kanan Siak, Riau. Yang diprakarsai oleh pengurus Nahdhatul Ulama Ranting Desa Delima Jaya.

Dari pantauan Jarakdekat.com maka akan dirangkum sekilas tentang acara ini.

Acara ini diselenggarakan tiap bulan sekali secara bergilir di masing-masing RT Desa Delima Jaya. Acara pengajian ini di laksanakan selepas isya’ di Mushola ataupun Masjid.

Dihadiri oleh Para Kyiai, Ustadz, Penghulu Kampung, Tokoh masyarakat serta warga lingkungan Desa Delima Jaya.

Rutinan NU Ranting Delima Jaya

Dilaksanakan pada sabtu malam minggu tersebut dihadiri banyak ibu-ibu juga anak-anak kecil. Karena memang acara ini di sengaja pada malam minggu agar anak- anak yang turut hadir tidak terganggu akivitas sekolahnya.

Di isi dengan tausyiah oleh Ustadz M. Daroji yang menyampaikan beberapa point. Yang perlu diingat untuk warga Nahdliyin.

Ikutlah kelompok, golongan yang besar, karena kelompok yang besar tidak mungkin dalam kesesatan.

Diakui Sebagai Santri mbah Yai Hasyim Asy’ari

Barang siapa menguri-uri NU maka dianggap sebagai santri Mbah Yai Hasyim Asy’ari. Dengan mengikuti tradisi NU yang merupakan Organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Sebagai Warga NU Ada gerakan, ada wujud nyata. Ada rutinan, ada kepedulian masyarakat, lingkungan dll.

Ikut NU, berati ikut ulama yg menyelamatkan dunia akhirat. Karena Kita tidak mungkin langsung belajar ke Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu belajar ke para alim ulama, insyaalloh nyambung ke Rosululloh SAW.

Seremonial Rutinan NU Ranting Delima Jaya

Dihadiri banyak pengunjung dari berbagai penjuru Kampung Delima Jaya, acara ini terlihat sangat meriah dan berkah.

Panitia penyelenggara juga mempersiapkan jajanan alakadarnya untuk pelengkap dalam Rutinan NU Ranting Delima Jaya ini. Bahkan sampai banyak berlebih.

Ada yang Pingsan

Begitu antusiasnya warga tidak terhalangi untuk hadir meski dalam kondisi lelah karena seharian bekerja.

Hingga jatuh pingsan karena masuk angin. Namun segera sadar dan sehat kembali dan kembali mengikuti rutinan Ranting NU ini.

Acara berlangsung khidmat, dan acara demi acara dilalui hingga selesai menjelang tengah malam.

Setelah selesai maka warga sekitar mushola Al-muhajirin bergotong-royong bantu-membantu membongkar terop (tenda) dan bersih-bersih sampah yang ada.